SINDIKAT PENULIS
Silakan login dahulu, biar lebih asyik.
Kalau belum bisa login, silakan daftar dahulu.
Setelah itu, selamat bersenang-senang...
SINDIKAT PENULIS

Kami adalah penulis, dan kami tidak butuh persetujuan dari siapa pun!
 
IndeksIndeks  CalendarCalendar  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  Login  
"Jika ada buku yang benar-benar ingin kamu baca, tapi buku tersebut belum ditulis, maka kamu yang harus menuliskannya." ~ Toni Morrison

Share | 
 

 Potongan novel The Day You Went Away

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Oga_tatsumi
Pendatang Baru
Pendatang Baru


Jumlah posting : 49
Points : 59
Reputation : 0
Join date : 04.02.13
Age : 24
Lokasi : jakarta pusat

PostSubyek: Potongan novel The Day You Went Away   Thu 21 Feb 2013 - 23:09

I

“Rabuuu”, teriakku keras. Tanganku bergetar keras, menciptakan urat-urat kecil yang menggumpal di kepalan tanganku. Kakiku berdiri kokoh menopang berat badanku yang cukup ideal (80 kg untuk tinggi 160 cm), mataku fokus tertuju pada objek yang aku amati, entah sudah berapa lama aku melakukan ini. Tapi tak terjadi apapun, hanya membuat suaraku semakin serak, dan sedikit memaksa keringat dingin membasahai tubuh atletisku ( cembung ) yang dibalut kaos bergambar power ranger. Tampaknya yang aku lakukan sia-sia, dan cukup menyadarkanku siapa aku sebenarnya.
Aku adalah aku, bukan binatang jalang dari bagian yang terbuang. Aku hanyalah satu-satunya penduduk negeri Day yang tak bisa menggunakan kekuatan Day, karena aku bukanlah penduduk asli negeri Day, aku hanyalah imigran gelap yang berasal dari negeri Muslim, negeri yang sangat jauh dan berbeda planet. Sebenarnya aku tak ingin menjadi imigran gelap atau hanya menjadi tourist asing yang berkunjung ke negri ini, negeri yang berada didalam sebuah planet yang tak pernah aku dengar sebelumnya, planet The Day You Went Away ( nama planet yang sedikit Alay menurutku ). Namun, sebuah lobang hitam menyeretku masuk ke negeri ini, memisahkanku dengan semua orang yang kucintai di negeri asalku didalam planet bumi.
Sudah hampir 1 tahun aku menjadi penduduk negeri Day, berusaha menerima semuanya, meninggalkan kesedihan yang selalu menimpaku ketika aku teringat kampung halamanku. Sudah hampir satu tahun pula aku berusaha mempelajari sihir yang dikuasai penduduk asli negeri ini, dengan begitu mereka akan berhenti mengolok-ngolokku dan mencabut julukan JNTN (Jalma Nu Teu bisa Nanaon, bahasa sunda yang artinya : orang yang tak bisa melakukan apapun ( entah kenapa penduduk asli negeri Day bisa menggunakan bahasa Sunda, dan menggunakan bahasa indonesia sebagai bahasa Ibunya) ). Tapi, hingga sekarang aku tak bisa menggunakan sihir Day, sihir yang berasal dari sebuah batu keramat yang berada ditengah negeri Day, batu keramat yang berukuran setengah lapangan bola, sebagiannya tertanam di tanah. Setiap saat batu itu memancarkan kekuatan magic yang begitu besar, kekuatan itulah yang digunakan oleh penduduk asli negeri Day, kekuatan yang selalu berubah setiap harinya sesuai dengan perubahan warna pada batu keramat ( Lamanya hari diplanet ini sama dengan lamatukang bangunannya hari diplanet bumi).
Pada hari Rabu, batu keramat berwarna seperti batu seperti biasanya. Kekuatan yang dihasilkannya adalah kekuatan Batu, karena itu hari Rabu disebut juga sebagai Hari Batu. Kekuatan Batu adalah kekuatan untuk mengendalikan batu, kekuatan yang dikuasai dengan baik oleh para tukang bangunan ( hampir semua bangunan dinegeri Day terbuat dari Batu. Note: hari Rabu adalah hari baik untuk tukang bangunan).
Pada hari kamis, batu keramat berwarna coklat tanah. Kekuatan yang dihasilkannya adalah kekuatan tanah, karena itu hari kamis disebut juga sebagai Hari Tanah. Kekuatan tanah adalah kekuatan untuk mengendalikan tanah, kekuatan ini dikuasai dengan baik oleh para petani ( para petani menggunakannya untuk bercocok tanam. Note : hari kamis adalah hari baik untuk petani).
Pada hari sabtu, batu keramat berwarna putih tepung. Kekuatan yang dihasilkannya adalah kekuatan plastik, karena itu hari sabtu disebut juga sebagai Hari Plastik. Kekuatan plastik adalah kekuatan untuk mengendalikan plastik, kekuatan ini dikuasai dengan baik oleh para pengrajin plastik ( para pengrajin plastik menggunakannya untuk membuat hand made dari plastik bekas yang berserakan dijalan. Note : hari sabtu adalah hari baik untuk pengrajin plastik).
Pada hari minggu, batu keramat berwarna hitam legam. Kekuatan yang dihasilkannya adalah kekuatan logam, karena itu hari sabtu disebut juga sebagai Hari Logam. Kekuatan Logam adalah kekuatan untuk mengendalikan Logam, kekuatan ini dikuasai dengan baik oleh para logamer ( logamer adalah orang yang sebagian hidupnya dihabiskan bersama logam, contohnya: pandai besi. Note : hari minggu adalah hari yang baik untuk para logamer).
Pada hari senin, batu keramat berubah menjadi tak berwana, bening. Kekuatan yang dihasilkannya adalah kekuatan air , karena itu hari sabtu disebut juga sebagai Hari Air. Kekuatan Air adalah kekuatan untuk mengendalikan Air, kekuatan ini dikuasai dengan baik oleh para pengrajin nelayan( para nelayan menggunakannya untuk mengendalikan air laut, dengan begitu bisa mempermudah menangkap ikan. Note : hari senin adalah hari baik untuk nelayan).
Hari selasa adalah hari yang sangat berlawanan dengan hari senin, batu keramat berubah 180 derajt menjadi warna-warni, seperti batik. Kekuatan yang dihasilkannya adalah kekuatan kain, karena itu hari selasa disebut juga sebagai Hari Kain. Kekuatan Kain adalah kekuatan untuk mengendalikan Kain, kekuatan ini dikuasai dengan baik oleh para Desainer ( para Desainer menggunakannya untuk menciptakan pakaian impian mereka. Note : hari selasa adalah hari yang baik untuk para desainer).
Hanya ada satu hari dimana batu keramat itu tak memancarkan kekuatan magis, hari itu adalah hari Jumat. Hari yang dianggap suci, hari yang selalu aku tunggu-tunggu, hari yang menghancurkan sekat-sekat yang memisahakanku dengan penduduk asli negeri Day. Pada hari itu, batu keramat berwarna seperti batu pada umumnya, sama seperti hari Rabu. Tak ada yang tahu kenapa batu itu tak mengeluarkan kekuatan magis, bahkan para Dedengkot pun tak megetahuinya ( note: Dedengkot adalah panggilan untuk Tetua bangsa Day).

***
“Rabuuu”, kataku nyaris tak terdengar. Lima jam berteriak cukup membuat tenagaku terkuras habis, hanya keinginan kuat yang bisa membuatku bertahan untuk mempelajari sihir Rabu. Mataku masih tertuju fokus ke bongkahan batu besar yang berjarak 5 m dariku, berharap batu itu bisa bergerak sedikit, hal bodoh yang tak kusadari.
“Rabuuu”, aku berusaha mengepalkan kembali tanganku yang sudah keram, mengeluarkan sisa-sisa tenaga yang aku miliki. Tak ada sedikitpun tanda-tanda batu itu akan bergerak, tampaknya aku tak akan pernah bisa menggunakan sihir Batu, dan aku harus terus menyandang gelar JNTN.
“Huh..”, aku menghela nafas panjang, membuka kepalan tanganku, menatap batu itu dengan harapan pupus.
“Kraakkk”, batu itu tiba-tiba bergetar cukup keras. Cukup membuatku terkesiap, menatapnya dengan tatapan bodoh, mulutku sedikit menganga. Entah apa yang menyebabkan batu itu bergetar, apa mungkin aku sudah menguasi sihir batu?, entahlah.


Note: w benar-benar newbie. w baru mulai nulis lagi waktu tanggal 23 desember 2012, itu juga karena w tahu kalau ada lomba nulis di bentang pustaka ( tahunya juga gak sengaja, pas w lagi nyari lomba apa saja 2012 di google. note: w butuh uang, jadi kepikiran buat jadi pemburu lomba apa saja), dua tahun yang lalu waktu w lulus sma, w punya cita-cita buat jadi penulis novel. tapi cita2 itu w kubur dalam2, karena pada kenyataannya w kerja jadi tukang pijat di Kokuo Reflexology ( Doyox.web.id). jadi tolong para sesepuh ngasih w pencerahan. apa yang harus w lakuin? apa w harus mutusin dia? sumpah w udah gak kuat sama sifat dia yang posesif, tapi w masih suka sama dia. t
Kembali Ke Atas Go down
http://doyox.web.id
 
Potongan novel The Day You Went Away
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
SINDIKAT PENULIS :: Arena Diskusi :: Novel-
Navigasi: