SINDIKAT PENULIS
Silakan login dahulu, biar lebih asyik.
Kalau belum bisa login, silakan daftar dahulu.
Setelah itu, selamat bersenang-senang...


Kami adalah penulis, dan kami tidak butuh persetujuan dari siapa pun!
 
IndeksCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
"Jika ada buku yang benar-benar ingin kamu baca, tapi buku tersebut belum ditulis, maka kamu yang harus menuliskannya." ~ Toni Morrison

Share | 
 

 SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : 1, 2, 3, 4  Next
PengirimMessage
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sun 20 May 2012 - 16:57

Sebelum sinar matahari menembus jendela dan tirai putih, Mey telah terjaga dari tidurnya, sepenuhnya telah sadar. Bergegas ia turun mengitari halaman depan rumah. Ia biarkan kaki telanjangnya menyusuri rerumputan liar yang tubuh begitu rimbun pada halaman depan yang berukuran sangat luas itu. Tidak lupa ia menyambangi ribuan Daisy, mawar, lily, aster, dahlia dan beberapa bunga-bunga liar yang tak kalah indah. Sesekali ia bentangkan tangannya lebar dan sedikit membungkukan badan. Tangan dan kaki nya akan terasa basah, bukan dikarenakan hujan. Tidak ada genangan air dan tanah yang Mey injak tidak terasa benyek seperti bila hari hujan. Basah yang menyentuh tubuhnya berasal dari embun. Embun terasa sangat lembut dan menyegarkan. Ia selalu merindukan kemurnian embun. Embun selalu hadir menyambut permulaan hari Mey. Setelah melakukan ritual itu, Mey merasa seluruh kesalahannya telah termaafkan. Dosa nya telah terhapus. Ia merasa lahir kembali menjadi sosok baru, murni, semurni embun.

Siang menjelang sore, Mey melewatinya dengan kopi. Ia telah kecanduan kopi. kopi hitam pahit yang pekat. Dalam sehari ia bisa menghabiskan tiga sampai empat gelas porsi besar. Seringkali ia merasa bersalah. Ia tahu efek kopi memiliki pengaruh buruk pada kesehatannya. Setiap hari ia berusaha seminim mungkin meminum kopi hitam itu. Kalau bisa sih sama sekali tidak meminumnya lagi. Tapi sayangnya ia tergoda untuk terus minum kopi. “Ah sedikit ini, sedikit-sedikit kan nggak apa-apa,“ gumam Mey. Toh hari ini ia telah berjanji hanya minum satu atau dua gelas. Tidak bakalan lepas kontrol untuk menghabiskan lebih banyak lagi. Sehabis Mey menenguk segelas bersih kopi hitam. Ia berusaha sebisa mungkin untuk tidak meminum kopi lagi. Tapi pikirannya selalu tertuju pada kopi. Ia ingin kopi. Ia inginkan kopi hitam, pekat dan pahit itu melebihi apapun. Rasa pahit itu terasa sangat enak bagi Mey. Mey tidak pernah bisa melupakan betapa enak kopi hitam saat memenuhi rongga mulutnya, ia tahan sebentar dalam rongga mulutnya beberapa detik kemudian dengan perlahan ia turunkan kopi itu ke dalam tenggorokannya. Glek...glek...glek. kopi itu turun makin dalam dan seketika seluruh tubuh Mey bergejolak, merasakan kenikmatan kopi hitam. Ia sadar kenikmatan itu hanya sesaat. Ia mulai takut organ tubuhnya bekerja tidak normal. Mendadak Mey cemas, ia tidak ingin menjadi orang yang di penuhi penyakit gara-gara kopi hitam sialan itu. Perlahan-lahan secara sadar ia telah merusak dirinya sendiri. Tapi hasrat kuat mengoda untuk meminumnya lagi...lagi dan lagi.

Pernah Mey mencoba sekuat mungkin menahan. Seharian itu ia merasa tersiksa. Sangat menyakitkan. Sekilas ia mencium aroma kopi hitam, harum. Seketika aroma itu menyegarkan ingatannya akan kenikmatan kopi. Ia endus aroma itu untuk mengetahui dari mana ia berasal. Tanpa perlu memerlukan waktu lama, ia berhasil menemukannya. Kopi hitam itu tersedia manis diatas meja. Mulanya ia menyumpah kasar, siapa yang telah lancang menyediakan kopi hitam untuknya. Setahu Mey, tidak ada orang lain yang tinggal di rumah itu, hanya dia seorang. Mana mungkin orang asing repot-repot membuatkannya kopi hitam dan menghilang begitu saja. Mey bergegas memeriksa seluruh pintu yang menghubungkan dengan bagian luar rumah. Semuanya masih berdiri dengan kokoh dan terkunci rapat. Tidak mungkin orang lain, astaga jangan-jangan dirinya sendiri yang membuat kopi hitam itu. Memalukan. Ia mulai ingat yang diperbuat beberapa menit yang lalu. Mengendap-endap menyeduh kopi hitam itu. Tanpa pikir ribuan kali, hari ini ia telah kalah lagi. Ia menengak kopi itu dan menyeduhnya lagi, lalu meminumnya. Begitu seterusnya sampai ia tumbang.

Ketika pagi hadir, ia baru tersadar. Mey sontak menangis meraung-raung. Menumpahkan segala kebodohan nya. Bergegas ia lari keluar halaman. Ia menceburkan diri pada embun yang masih berayun pada tangkai Daisy. Ia membiarkan tangan, kaki dan tubuh nya dibasuh oleh kemurnian embun. Seketika seluruh racun kopi keluar dari tubuh nya. Tubuh nya kini murni kembali. Ia tersenyum penuh kemenangan karena embun masih mau membersihkan diri nya yang dipenuhi kotoran kopi. Siang nya Mey coba menghitung berapa gelas yang ia minum kemarin. Ingin rasanya ia pingsan lagi, kemarin ia telah melebihi batas kebiasaan. Hari itu ia minum tujuh sampai delapan gelas kopi. Ia begidik ngeri membayangkan nya. Padahal batas maksimum orang normal dapat meminum kopi hitam itu adalah sepuluh gelas. Ia sudah melewati setengahnya lebih. Sebenarnya di luaran sana sudah tidak terhitung banyaknya orang yang dapat melewati lebih dari batas maksimum itu. Mungkin itu menyenangkan tapi Mey sadar sepenuhnya bahwa itu bersifat semu. Kesenangan itu jelas tidak setimpal dengan kesalahan yang harus mereka pikul, penyakit akut yang mereka derita dan yang paling ditakutkan oleh Mey, bila ia minum kopi melebihi batas, ia tidak akan lagi dapat menjadi sosok semurni embun. Karena embun tidak akan sudi menyentuh tubuh kotor yang dipenuhi kopi melebihi batas. Jelas Mey tidak menginginkan itu semua menimpa nya. Tapi tahukah mereka semua kalau kopi hitam itu menggiurkan sekali.

Setelah Mey tumbang, Mey sempat berjanji untuk tidak akan meminum kopi hitam. Tapi seperti biasa janji itu hanyalah janji kosong. Ia terus meminum nya tapi kali ini ia berusaha sebisa mungkin mengontrol jumlah banyaknya kopi yang boleh masuk ke dalam tubuh nya. Sehingga ia belum melewati batas menakutkan itu. Karena saking banyak nya waktu yang dapat dihabiskan nya dengan meminum kopi dibanding dengan kesenangan nya bermain embun. Mey sering merasa embun tidak ada guna nya, buat apa dia memurnikan diri di pagi hari toh, siang sampai malam ia asyik dengan kopi. Ia sering merasa embun curang dan pelit padanya. Bagaimana tidak, embun hanya ada dini hari sampai sebelum matahari terbit. Kurang dari empat jam, Lain halnya dengan kopi yang lebih sering menemaninya. Mey menjadi kecewa dengan embun, dan pelan-pelan membencinya. Akhir-akhir ini, Ia hanya meluangkan waktu lima menit dengan embun. Sehingga tidak usah heran kalau Mey sampai nekat menegak kopi hitam sampai melebihi sepuluh gelas dalam sehari. Mey meringis kesakitan. Rasanya sakit sekali, beda ketika ia belum menegak sebanyak batas itu. Tapi sakit yang begitu hebat pergi hanya dalam sehari. Keesokannya ketika ia kembali meminum melebihi batas ia tidak merasa sakit lagi. Ia kembali menikmati kelezatan kopi. Anehnya Mey tidak terlalu merisaukan efek jelek kopi. Tidak seperti dulu yang selalu ia bayangkan.

Sejauh ini tubuh Mey, kuat-kuat saja. Tubuh Mey memang beda, atau mungkin Mey meminum kopi hitam itu dengan hati-hati, dengan perlahan tidak seperti kebanyakan orang. Kecintaan Mey pada kopi hitam berakhir sampai pada saat dimana seluruh tubuh Mey berulah. Tubuh Mey sudah jenuh dengan kopi hitam. Sering Mey mengakalinya dengan meminum kopi lebih banyak atau dengan memvariasikan berbagai macam cara meracik kopi. Dengan tambahan susu, gula, atau coklat. Awalnya memang enak dan menunda kebosanan Mey pada kopi. Tapi lama-lama, seperti saat ini tubuh kuat Mey berontak juga. Mey meraung-raung kesakitan, ia muntah-muntah, seakan-akan ada yang menonjok perutnya dari dalam. Ia menangis sedih. Sekilas berkelebatan ingatannya mengenai embun. Ia rindu rasa embun. Ia rindu dirinya menjadi begitu semurni embun. Ia pun berlari keluar halaman. Alangkah herannya ia melihat halaman rumahnya mendadak kering, tidak ada lagi bunga-bunga cantik memenuhi sekitar. Dimanakah ribuan daisy, mawar, lily, aster, semuanya hilang. Jangankan bunga, rumput-rumput liar saja tidak sudi memenuhi areal halaman nya. Di depan nya hanya ada tanah kering yang pecah-pecah. Tidak seperti halaman tetangga sebelah. Beraneka macam bunga dan dedaunan hijau berlomba-lomba ingin tampil paling menarik. Pemandangan indah itu hanya di pandang dengki oleh Mey. Mey terus berada di halaman rumah nya yang mendadak kerontang. Tidak peduli sakit yang ia rasa, ia tetap saja mematung di sana demi menantikan kehadiran embun untuk memurnikan nya kembali. Tapi agak nya usaha nya hanya lah sia-sia. Ia mengharap sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi.

Malah yang terjadi telinga Mey panas. Mey pun menutup kuping seakan-akan seluruh tanaman indah milik tetangga sebelah sedang menggunjingnya. “Diam kalian semua!” hardik Mey kesal. Dibanting pintu depan rumah nya. Sepanjang hari Mey terus menangis. Tangisan nya semakin hari semakin membanjir. Mey hampir tenggelam karenanya. Mey meronta, ia berusaha semaksimal mungkin untuk dapat keluar agar ia dapat menghirup oksigen lagi, seperti yang setiap saat ia lakukan tanpa ia sadari. Saat itu, Mey merasa tidak butuh kopi, tidak menginginkan embun. ia hanya butuh dan menginginkan udara. Mey pun berhasil. Ia masih terbatuk-batuk dan air keluar dari hidung dan mulut mungil nya. Sejak kejadian itu, Mey menegakkan bahu dan kepalanya. Ia berjalan lurus ke depan. Pandangan Mey beralih ke perut nya, perut nya membucit. Tangan Mey mengelus pelan perutnya. “Tak akan aku biarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu,” bisik Mey.

Meratapi kebodohannya yang lebih mementingkan kesenangan sesaat. Ia melirik datar pada toples kopi di hadapannya. Sudah kosong. Kopi itu mendadak hilang ketika mengetahui perut buncit Mey. Mey sudah menduga hal itu bakal terjadi. Mey hanya diam. Ia tidak ingin menangis lagi. Menangis hanya dapat menenggelamkan dirinya lebih dalam. Kalau dipikir-pikir saat ini ia masih dapat menjalani kehidupan tanpa kopi maupun embun. Saat ini Mey hanya terus membulatkan bertekad agar dapat bertahan hidup demi makhluk kecil yang tertidur di perutnya. Meski tanpa kopi mau pun tanpa mengharap embun untuk memurnikannya. Ia tersenyum dan kembali memiliki harapan karena ia masih di kelilingi udara. Langit berubah hampir menjadi gelap saat Mey mengendarai mobilnya menuju jalan tapi tidak segelap hati Mey.



Terakhir diubah oleh Auryn tanggal Tue 29 May 2012 - 22:21, total 3 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sun 20 May 2012 - 20:36

wek bodo....bodo....bodo..... ngakak

Masa sih segitunya nyandu kopi. . . . ngakak

Kopi paling enak itu tuh, kopi luwak pas mentahnya di goreng dan di haluskan kemudian langsung di seduh kurang dari 24 jam. . . .wuih. . ..

aromanya dan kenikmatannya bagaikan mencicipi amarta dari dunia para Dewa. . . murka

Ceritanya menarik.... Cuma cara hamilnya ngak di ceritain. . . atau ada cerita-cerita terselubung mimisan hehehe.... ngopinya punya dua tiga kiasan yah geli kalau gitu baru seru pukau hehehehe. . . . haru oh jadi benaren yah.... ngopi itu arti lain dari . . .. licik

Auryn. . . request cerita yah... minta yang happy ending, yang sweet... romance.... dan berakhir dengan bunga di mana-mana hehehehe
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sun 20 May 2012 - 22:00

bagus, keren,
bener2 addicted dan pesan moralnya bagus..
aku suka bagian dia sadar kalau dia harus lepas dari kecanduannya yg luar biasa parah,
dan semua itu berhasil karena dia memikirkan bayi di kandungannya.
yes

aku cuma kurang sreg sama endingnya kak,
Langit berubah hampir menjadi gelap saat Mey mengendarai mobil nya menuju jalan tapi tidak segelap hati Mey.
kayaknya kalimat ini ga perlu, ya?
ga pas aja diksinya..
kalo menurut boros saya (hemat, sagi.. menurut hemat! murka )
di akhir cerita, Mey seharusnya bahagia jadi hatinya ga mungkin gelap lagi.
kalau tetap mau masukin kalimat ini mungkin lebih bagus kalo diganti,
misalnya jadi gini :
"Mey mengendarai mobilnya melintasi jalanan di luar sana, langit terlihat mulai gelap, namun kegelapannya tak mampu mengalahkan hati Mey yg kini mulai menemukan sinarnya"
atau apa pun sejenis itu..
tapi keseluruhan oke, kak..
jempol

mslah penulisan,
dan yg lain2, kita tunggu komen dari para suhu aja..
tung

Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Thu 24 May 2012 - 19:55

centil jadi malu

ya begitu deh

aku nyaman nya bikin cerita yang kayak gini kak Aksara, kesannya suram, dingin, tapi ada makna nya, ending nya juga tak bikin akhirnya si tokoh nemuin pelajaran dan mengerti kesalahan yang diperbuat

nggak suka happy ending
kalau happy ending tak serahin ke kak Aksara aja
goda
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Thu 24 May 2012 - 20:02

Kak Sagitany emang paling oke damai
iya kalimat ending nya memang rada maksa, pengen cepet-cepet selesai
bagus kalimat nya kak Sagitany

makasih banyak kak sarannya

minta komentar nya kakak-kakak senior yang lain
tung
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Thu 24 May 2012 - 20:06

wow Ternyata memang bermakna ganda yah licik geli geli geli
Bermakna begitu dalam dan mengguncang kebenaran, jempol Mantap


Top Cerr... di tunggu Mbak yang berikutnya... hehehehe
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Thu 24 May 2012 - 20:24

Auryn berbahaya.... licik
Di sudut kanan atas ada link Profil jika auryn ingin buat signature( tulisan kaki) atau masukin foto
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Thu 24 May 2012 - 20:42

shy

oke.. oke, ntar dah kapan-kapan tak upload gambar

kak Rui gimana penulisannya?
mohon dikoreksi
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Fri 25 May 2012 - 19:49

iya auryn,
sama2..
ditunggu ya karya2 berikutnya..
girang
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sat 26 May 2012 - 0:57

Auryn... puisi.... attack..... Main Gitar ayo ikutan
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sat 26 May 2012 - 1:42

waduh puisi ya tepokjidat
nggak sebegitu suka bikin puisi
puyeng nyimak aja
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sat 26 May 2012 - 6:37

coba2 aja ryn..
Smile
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sat 26 May 2012 - 23:26

Nangis kalo kak sagitany sih ok


Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sat 26 May 2012 - 23:38

wah, aku juga ga pinter bikin puisi..
namanya juga belajar, ryn..
kalo aksara liat avatar auryn bisa bahaya..
ckckk
geli
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sat 26 May 2012 - 23:48

kabur aja
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sat 26 May 2012 - 23:49

Top
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sat 26 May 2012 - 23:51

ryn, auryn..
minta masukan ke cerpenku juga ya..
wow
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sun 27 May 2012 - 9:15

Terlambat sudah. . . . haru Auryn. . . .Auryn. .. .SPOTTED!!!!!!! . . . . gemes manisnya dikau. . . . Oh bidadari.... bidadari... kemana dikau menghilang selama ini.... kapan dikau mandi sehingga tangan hina ini bisa mencuri selendang khayanganmu. . . biar dosa ini mengikatmu padaku... oh bidadari yang cantik.... jantungku bertekuk lutut di depanmu. . .

haru Sentuhlah hatiku dengan tangan lembut dan indahmu... katakan. . . katakan. . . gemes ohh.. Gak kuat ( pingsan overdoses by Auryn Charm )




teliti Yang belum beri komentar mana nih. . . . Wind... Elfri . . . Rui... Lika. . . Vera ... RANI!!!!
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sun 27 May 2012 - 11:58

ngupil mulai ngegombal lagi mending kabur
ayo yang lain komentarnya
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sun 27 May 2012 - 12:55

bener yg aku bilang kan, ryn..
geli
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sun 27 May 2012 - 15:33

mimisan Auryn oh Auryn....

yes Senyummu begitu cantik dan indah, menggoda hatiku yang polos ini....

Matamu yang indah berbintang dan senyum bibirmu bagaikan lukisan monalisa yang penuh misteri. .. . yes

oh... ambillah jantungku ini.... dead cintaku. . .

tik Harus buat puisi khusus untuk mengambarkan kecantikan Auryn nih... namanya yang indah secantik orangnya..." tik
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sun 27 May 2012 - 15:54

kakak..
polos?
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sun 27 May 2012 - 23:32

Si cantik Auryn Appear!!!!.. . gemes ...

Auuhmm... ngantuk ><
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Sun 27 May 2012 - 23:43

ya,
yang tua bobo duluan gih..
Kembali Ke Atas Go down
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   Mon 28 May 2012 - 0:53

narsis


Terakhir diubah oleh Auryn tanggal Tue 29 May 2012 - 21:41, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI   

Kembali Ke Atas Go down
 
SEMURNI EMBUN DAN SEHITAM KOPI
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 4Pilih halaman : 1, 2, 3, 4  Next
 Similar topics
-
» Wortel, Telur, Biji Kopi
» ask knalpot ngeluarin air klo mesin dinyalain
» Kopi darat Ninja 250R Bandung
» PINLOCK :: Lapisan anti-embun untuk kaca helm kesayangan Anda! (Perlu banget nih buat bikers yg sering touring!!)
» CVL

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
SINDIKAT PENULIS :: Arena Diskusi :: Cerpen-
Navigasi: