SINDIKAT PENULIS
Silakan login dahulu, biar lebih asyik.
Kalau belum bisa login, silakan daftar dahulu.
Setelah itu, selamat bersenang-senang...


Kami adalah penulis, dan kami tidak butuh persetujuan dari siapa pun!
 
IndeksCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
"Jika ada buku yang benar-benar ingin kamu baca, tapi buku tersebut belum ditulis, maka kamu yang harus menuliskannya." ~ Toni Morrison

Share | 
 

 Role Play (Castle)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 9, 10, 11  Next
PengirimMessage
Auryn
Penulis Muda
Penulis Muda


Jumlah posting : 186
Points : 205
Reputation : 1
Join date : 17.05.12

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Sat 9 Jun 2012 - 8:57

Kak Arta tu kayaknya cocok jadi putrinya
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 25
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Sat 9 Jun 2012 - 11:31

kalo gitu auryn jadi ahli obat2an atau pemilik kebun atau apa lah~
emang ke mana2 banget sih ceritanya,
hehehe
Kembali Ke Atas Go down
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 24
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Sat 9 Jun 2012 - 14:27

nggak jelas ini mau mulai ke mana RPnya --"

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
elfrisrudie
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 661
Points : 703
Reputation : 0
Join date : 27.02.12
Age : 25
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Sun 10 Jun 2012 - 20:35

Ayo! gw udah come back nih dari tidur selama beratus tahun..
ayo lanjut RP nya..

coba kita ulangi dari awal? atau di lanjuti..
jadi silahkan di lanjuti...
hehehe...

biar gw perbaiki dulu kisahnya oke...

First.. Audrey
Quote :
Gadis itu mengatupkan rahangnya kuat-kuat seraya kuda hitam di hadapannya memberontak untuk dipasangi tapal baru. Ia berani bersumpah untuk mati bersama kuda itu tetapi kadang kala ingin rasanya ia sendiri yang membunuh sang kuda ketika sifat manja dan pemberontaknya keluar.

“Mave, kalau kau tidak berdiri dengan benar dan berhenti untuk bergerak-gerak, biar nanti kuberitahu Ruise supaya dia menyuruh pelayan-pelayan untuk berhenti memberimu makan,” ancam Audrey dingin dengan tangan yang mengepal kuat menggenggam kaki kiri bagian depan kuda hitamnya.

Tapi tentu saja kuda itu tidak mengerti ucapan Audrey. Lagipula apa yang kau harapkan dari kuda milik seorang Ian? Meskipun ditinggal mati pemiliknya di medan perang, sang kuda sepertinya menolak untuk berhenti meniru sifat Ian.

Audrey menarik nafas panjang ketika sang kuda tetap menolak tapal barunya. “Oh ayolah. Kau lihat tapalmu itu. Jorok sekali kau Mave. Apa yang akan dikatakan Ian kalau ia melihat kuda kesayangannya tidak terawat seperti ini?”

Rupanya setelah mendengar nama pemiliknya disebut, Mave perlahan-lahan berhenti memberontak dan mulai berdiri tenang sambil menggerak-gerakkan ekornya. Gadis yang sedari tadi hanya bisa berlutut sambil menahan satu kaki kuda tersebut hanya bisa tersenyum miris melihat kelakuan kuda itu.

“Apa kau sebegitu rindunya dengan Ian?” Gumam Audrey lembut seraya memasangkan tapal besi yang tadinya tergeletak di samping lututnya. Kuda itu seakan menjawab pertanyaannya dengan membuat suara-suara aneh yang terdengar seperti geraman. Audrey meringis, “Kau tahu benar ia tidak disini, Mave.”

Audrey tahu benar seluruh penghuni kerajaan merindukan sosok Ian yang periang dan seenaknya saja. Ia sendiri juga sangat merindukan kakak lelakinya itu. Tapi apa yang bisa dirinya lakukan ketika Ian dengan keras menolak untuk membawanya keluar dari istana dan berjuang bersamanya.

“Jadilah anak baik dan pegang tombakmu kuat-kuat,” ucap Ian ringan. “Tugasmu saat ini adalah melindungi Pangeran.”

Lalu Audrey melakukan apa yang Ian katakan. Ia menggenggam tombaknya kuat-kuat seperti seorang anak yang menolak untuk dipisahkan dengan mainan kesayangannya dan menunggu di koridor satu arah yang mengarah ke tempat berlindung Pangeran.

Tapi Ian tidak pernah kembali. Tentu saja. Lagipula Ian tidak pernah berjanji untuk kembali. Dan satu-satunya hal yang bisa dilakukan Audrey adalah mengangkat kepalanya tinggi-tinggi sementara orang-orang berbisik-bisik mengenai gadis dengan baju besi yang kehilangan kakaknya di medan perang.

Ia membenci perang. Aneh memang bagi seorang ksatria seperti dirinya untuk membenci perang. Itupun kalau dirinya yang perempuan itu bisa disebut sebagai ksatria. Sebenarnya Audrey bahkan tidak tahu apa tugasnya di istana tersebut. Ia hanya tahu satu hal. Ian ingin ia melindungi Pangeran. Dan hal itu adalah apa yang sedang Audrey lakukan.

Dua tahun berlalu sejak perang besar yang membunuh Raja dan Ratu, juga kakak dan ayahnya. Saat ini Audrey menetap di istana yang dipimpin oleh seorang perdana menteri sementara Pangeran menyelesaikan pendidikannya sebelum ia bisa menjadi pemimpin kerajaan mereka. Sejujurnya Audrey tidak terlalu peduli dengan hal lain yang sepele seperti itu.

Ia hanya disini untuk melindungi Pangeran bukan?


A/N: Mangga kakak-kakak

Next Rui...

Quote :
Sedikit mencondongkan badan, Vein memperhatikan bagaimana Audrey terlihat sibuk dengan kudannya di bawah sana. Bersandar pada pinggiran jendela untuk tidak sepenuhnya jatuh. Tersenyum sendu.

Sagi
Quote :
Seorang peri diam2 mengamati aura wajahnya yang sedari tadi keruh.
Ia ingin membebaskan beban wanita itu,
andai ia bisa..

Rui
Quote :
Sebuah helaan nafas, lalu Vein berpindah dari posisinya. Bergerak mendekati sang peri yang bukanlah hal janggal di kerajaan.

"Bila Anda tidak keberatan, boleh saya meminta tolong?" mulainya dengan suara statis.

Audrey
Quote :
Audrey mengedipkan kedua matanya. Sesaat ia merasa seperti mendengar suara Ruise dari kejauhan diantara geraman-geraman kuda hitam itu. Ah tapi mungkin saja itu hanya perasaannya. Lagipula dari tadi yang dilakukannya hanyalah melamun memikirkan Ian.


Elfris
Quote :
Di lain tempat, seorang pangeran dengan wajah tampan yang terkenal bijaksana dan rendah hati, sedang melakukan perburuan dengan bidak-bidaknya. Pangeran itu bernama, Prince Elfris. Putra tunggal dari Raja James II dengan Lady Aurora. Pewaris tahta kerajaan Zenobian yang terkenal dengan nama, Kerajaan Seribu Damai. Namun semua berubah ketika....

"Tuan! Tuan...!!" seorang prajurit berlari menghampiri sang pangeran.

"Ada apa?" Jawab sang pangeran yang tengah duduk di atas kuda putihnya itu. Kuda yang hanya ada satu di dunia, kuda tercepat dari selatan yang bernama, Elthan.

"Terjadi keributan..." dengan terbata-bata, prajurit itu berkata. Wajahnya terlihat pucat dan lelah. "... Istana... Istana..." sambungnya tak sanggup melanjutkannya.

"Berbicaralah dengan tenang..." sang Pangeran menyambar botol air minumnya yang tergantung di pundak Elthan. "... Minumlah dahulu..." Kemudian memberikan air minum itu kepada pria itu, pria itu pun meminumnya.

"Nah, sekarang katakan.. ada apa?"

"Maaf Tuan, Kerajaan telah di serang..."

"Apa!? Siapa... siapa yang tega?"

"Pemberontak, Tuan... terjadi pemberontakkan!!"

Tanpa berpikir panjang lagi, sang Pangeran pun bergegas menaiki kudanya itu lalu menyuruh kudanya itu agar berlari dengan cepat.

"Berlarilah, berlarilah secepat cahaya bintang Veron! Tunjukkanlah kepada mereka, Elthan!! Hiyyaaahh.....!!" Kuda itu pun berdiri dengan anggunnya, lalu menghentakkan kedua kaki depannya ke tanah dan berlarilah ia dengan cepatnya.


*Ayooo... silahkan lanjutkan... hehehe..

Okey... dari sini mulai ceritanya dilanjuti... soalnya kesono nya udah ngaco ck ck ck..
Silahkan yang mau dilanjutkan...
ngopi
Kembali Ke Atas Go down
http://elfrisrudie.blog.com
elfrisrudie
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 661
Points : 703
Reputation : 0
Join date : 27.02.12
Age : 25
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Sun 10 Jun 2012 - 21:14

gue lanjut bentar ya..

Quote :

Sesampainya Prince Elfris di depan gerbang istana, tampak pintu itu telah dijebol hancur. Terdengar suara ricuh dari arah halaman Istana, Pangeran pun bergegas masuk. Prajurit-prajurit tengah bertarung sengit dengan para pemberontak itu. Pangeran pun menarik pedangnya dari dalam sarungnya lalu melaju memasuki medan perang.

"Ayo Elthan!! Tunjukkan kemampuan kita! Hiiyaaaaahhhh!!" dengan gerakkan cepat pangeran telah menebas dua-tiga pemberontak itu.

Namun tiba-tiba terdengar suara seorang pria berteriak memanggil pangeran Elfris.

"Yang Mulia!!" pria itu berlari menunggangi kudanya menuju pangeran yang tengah menancapkan pedangnya kepada salah satu pemberontak itu. Kemudian sebuah anak panah melesat cepat menembus baju jirah pria tersebut, ia pun jatuh dan terjerembab ke tanah.

"Ohh...." pangeran pun menoleh terkejut, tampak pria yang menyelamatkan nyawanya itu rupanya adalah Panglima Balthier, panglima ke-2 dari 5 Panglima besar yang di pilih oleh Raja untuk melindungi pangeran Elfris.

"Yang... Mulia..." Panglima Balthier menarik pundak pangeran dan mendekatkan wajahnya ke telinga pangeran.

"Larilah... Larilah... selamatkan nyawamu..." kemudian ia pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Pangeran pun tampak terkejut mendengar pernyataan panglima Balthier. Ia terduduk merenungkan perkataan sang panglima. Pangeran menoleh ke arah prajurit-prajurit yang terus bertarung demi dirinya. Apa dia sanggup meninggalkan mereka dan melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya? apakah se pengecut itukah dia?

Kemudian pangeran pun bangkit berdiri, ia memasukkan pedangnya ke dalam sarungnya dan kemudian menaiki kudanya... Lalu pangeran pun pergi... pergi dari peperangan itu. Prajurit-prajurit yang menyaksikan kepergian sang pangeran yang mereka bela, tampak lesu dan lemas.

"Ada apa... ada apa Elthan! kenapa kau berhenti!!" pangeran berteriak memarahi kudanya itu, sepertinya Elthan tidak sependapat dengan tindakkan majikannya, sepertinya ia lebih berani dari pada majikkannya "Kita harus pergi... kita harus menyelamatkan diri kita... Elthan!!".

Akhirnya Elthan pun menuruti kemauan majikannya, dan mereka pun melarikan diri... melarikan diri meninggalkan semuanya, demi nyawanya sendiri...

pengecut....


*Okey! siapa saja tolong lanjutkan ceritanya.. hehhehe..
kita lagi berperang! tolong selmatkan kerajaan ya, sementara si pangeran ngopi.
ck ck ck...
ngopi
Kembali Ke Atas Go down
http://elfrisrudie.blog.com
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 24
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Sun 10 Jun 2012 - 22:27

Tetep ke mana-mana, barusan istana tenang kok mendadak langsung perang dan diserang kayak gitu? .-.
perjelas, tolong itu kabar yang lagi nyantai di istana jadi bagaimana?

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
elfrisrudie
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 661
Points : 703
Reputation : 0
Join date : 27.02.12
Age : 25
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Sun 10 Jun 2012 - 22:33

yee.. ntar kan di kasih tau penyebab nya.. sekarang perang dlu!
udah lanjt aja!!

huh~
iri
Kembali Ke Atas Go down
http://elfrisrudie.blog.com
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 24
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Sun 10 Jun 2012 - 22:50

Hh...

Quote :
Mendesis pelan, Vein menatap nyalang pada debu-debu yang mengepul. Jejak terakhir yang menandakan kepergian sang pangeran. Sang putra mahkota yang seharusnya melindungi semua kerajaan. Pengkhianatan mana pun, jauh lebih konyol pengkhianatan seorang calon pemimpin yang meninggalkan negerinya. Tanda bahwa ia tak akan memiliki tempat untuk kembali.

Pergi menuju antah barantah.

Setidaknya itu yang dipercayai oleh banyak orang. Vein mengerti akan hal itu saat melihat bagaimana pria dan wanita yang ada di sekitarnya terdiam. Mengabaikan bagaimana pasukan musuh juga terdiam. Satu menyiratkan kekecewaan dan sisi lain menyatakan cemooh masing-masing.

"Sial!" desis Vein singkat. Berlari menghindari prajurit musuh yang mulai tertawa terbahak melihat pertunjukan sang pangeran. Wanita itu lemah dan pria selalu memandang rendah. Setidaknya cela yang selalu yang bisa digunakan oleh Vein.

Tenggelam dalam keheningan ganjil seperti ini adalah hal konyol. Saat semua selesai, kegilaan akan kembali dimulai dan Vein menolak untuk terlibat lebih lama. Pisau roti sama sekali tidak akan berguna terlalu lama sebanyak apapun kau membawanya bukan?

Jauh lebih baik ia mencari keberadaan wanita yang bisa diibaratkan dongeng hidup itu. Atau mungkin mencari perdana menteri, dia jauh lebih baik segera diamankan. Kepemimpinannya jauh lebih baik dibandingkan pangeran satu itu. Dan sungguh... Vein berharap Audrey tidak melihat bagaimana pangeran yang ingin ia lindungi itu melarikan diri. Hanya untuk keselamatannya seorang.

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
elfrisrudie
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 661
Points : 703
Reputation : 0
Join date : 27.02.12
Age : 25
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Mon 11 Jun 2012 - 9:33

Quote :
Ketika itu perasaan bersalah melanda hati dan pikiran Elfris, yang bisa dibilang bukan lagi seorang pangeran. Entah apa yang telah dilakukannya, ia menyesalinya. Elfris terus berjalan menunggangi kudanya tanpa tujuan. Hanya terus berlari dan berlari dari kenyataan hidup bahwa dia adalah seorang pengecut. Seorang pemimpin yang melarikan diri dari medan perang dan meninggalkan prajuritnya mati sia-sia.

3 Hari sudah berlalu semenjak serangan pemberontak itu, kini sang pangeran yang belum diketahui keberadaannya sudah mulai dilupakan oleh bangsanya. Kini yang menguasai seluruh isi Istana adalah Captain Bash, pemimpin pemberontakkan tersebut. Dia adalah pria bertubuh kekar dan besar yang rupanya adalah salah satu dari 5 panglima besar pelindung sang pangeran. Dua diantaranya yang masih hidup, Panglima Fathir & Panglima Elrond kini di tawan dan dimasukkan kedalam ruang penjara bawah tanah tanpa ada orang lain yang dapat menemukan mereka.

Elfris menunggangi kudanya menyelusuri pinggiran sungai dalam hutan, pikirnya seperti aliran sungai itu, ia akan terus mengalir mengikuti kemana arah pergi aliran tersebut.

"Oh... Elthan..." Tiba-tiba kuda kesayangannya itu terjatuh, terbaring di atas tanah, Elfris pun ikut berbaring di sana. Sudah 3 hari ini lambung mereka belum terisi oleh secuil makanan pun, hanya berisikan air sungai yang menjadi air minum mereka.

"Kau.. harus kuat... Elthan~" Elfris berusaha bangkit berdiri, namun ia tak sanggup. Ia kembali terjatuh dan terbaring di atas tanah, disamping Elthan. Kini matanya mulai terasa berat. Kepalanya pening. Lambungnya terasa terlilit. Sepertinya ini akhir dari kisah mereka berdua.

"Ohh~" Matanya tertutup, kegelapan pun menyelimutinya....

"Hei! Kemari!! ada seseorang disini..." terdengar suara seorang gadis begitu dekat di telinga Elfris. Matanya masih tertutup, ia ingin membukanya, namun tak sanggup.

"Ohh! lihat pakaiannya, sepertinya dia orang kerajaan..." sahut seorang pria membalas gadis itu.

"Apa yang harus kita lakukan..." terdengar pula suara orang ketiga, suara perempuan.

"Kita harus membawanya, dia sepertinya masih hidup..." Balas gadis yang berada di dekat Elfris.

"OH! Kau punya uang berapa! Kau kira segampang itu membawanya ke tabib, Huh!?" Jawab pria itu kepada sang gadis. Elfris pun mulai dapat membuka kelopak matanya, perlahan.

"Lihat! Dia sadar..." sahut gadis yang satunya, suaranya seperti anak kecil.

Elfris pun membuka matanya sepenuhnya, tampak disana seorang gadis cantik jelita menatapnya penuh ke kwatiran. Rambutnya pirang, tergerai tertiup angin. Ia mengenakkan daster usang berlengan panjang, menutupi auratnya. Gadis itu merunduk di sampingnya. Tampak pula seorang pria kurus dengan sebilah pisau yang tergantung di ikat pinggangnya. Rambutnya pendek berwarna hitam pekat, ia mengenakkan Jacket coklat tua dan celana pendek se lutut berwarna hitam. Ia berdiri menjaga jarak, menatap sinis kepada Elfris. Seorang lagi adalah seorang gadis kecil bertubuh mungil yang tampak sedang merunguk mengamati Elfris dengan seksama. sama seperti gadis yang satunya, gadis cilik itu berambut panjang berwarna pirang. Ia memiliki bola mata berwarna biru laut, tampak begitu jelas ketika ia mendekatkan wajahnya ke wajah Elfris.

"Kau, dari mana?" Tanya gadis kecil itu terus mengamati Elfris.

"A... Ak..." belum sempat Elfris menjawab, pria yang tengah berdiri menatap curiga kepadanya itu berkata...

"Sudahlah! Sepertinya dia seorang pengawal kerajaan yang ditugaskan untuk menangkap kita..." katanya sambil meludah, "Kita tinggalkan saja dia..." sambung pria itu melipat kedua tangannya di dada.

"Setidaknya kita membawanya dulu ke kota, agar ia bisa di tolong orang..." Kata gadis cantik itu menoleh ke arah pria tersebut.

"Tidak bisa... kau mau ambil resiko kita kembali ke kota sebelumnya dan membiarkan diri kita di tangkap warga begitu, huh!?" Jawab pria itu menggerutu.

"Lalu ada pilihan lain?" tanya gadis itu seraya bangkit berdiri, siap beradu mulut dengan sang pria.

"Kita tinggalkan dia.." Jawab pria itu.
"Kau tidak bermoral!"
"Hey! Kita ini buronan.. kau mau aku melakukan apa, huh!?"
"Sudah kukatakan, setidaknya kita tolong dia..."

"Mmm... maaf" Gadis kecil itu kini angkat bicara, "Kita bawa saja dia ke kota berikutnya, lalu meninggalkan dia disana. kemudian kita ambil hartanya, sebagai imbalan jasa kita?" gadis kecil itu tersenyum licik. Sepertinya otaknya telah di cuci oleh pria itu, yang dipikirnya hanya harta.

"Aku setuju" kata gadis itu, "bagaimana?" tanya kepada pria itu.

"Ya... kalau begitu, aku setuju!" Ujarnya.
"Dasar mata duitan!" ledek gadis itu.
"Hei!"

Lalu pria itu pun membopong Elfris, menaikkannya ke atas keretanya.

"Lalu kita apakan kuda ini?" Tanya pria itu kepada teman-temannya itu
"Biar aku yang bawa..." jawab gadis itu.

Elthan pun di bantu pria itu berdiri, lalu gadis itu pun menungganginya. Sepertinya Elthan cukup kuat untuk melakukan perjalanan sekali lagi. Dan sepertinya juga, dia tampak tak keberatan di tunggangi oleh gadis cantik itu.

Mereka semua pun berangkat menuju kota selanjutnya...

*Oke... silahkan lanjutkan~
ngopi
Kembali Ke Atas Go down
http://elfrisrudie.blog.com
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 32
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Mon 11 Jun 2012 - 9:53

I'm comiiiinng...........ini saatnya perdana menteri muncul.......
(dan saat lagi bikin cerita, elfri muncul... tepokjidat)


Di kerajaan Las Playa, Vein melangkahkan kakinya ke ruang perpustakaan di kastil tersebut. Tidak lain ingin menemui Perdana Menteri perihal laporan yang baru saja dia peroleh dari mata-mata kerajaan, yang diutus olehnya untuk mengamati kondisi peperangan dengan kerajaan Arbustus yang telah memakan waktu bertahun-tahun tanpa hasil yang memuaskan.

"Hormat, Perdana menteri..." Vein membungkukkan badan di hadapan wanita berbadan tinggi (ngareeeeeepppp) yang sedang duduk di ruang perpustakaannya. Perdana menteri menutup buku yang sedang dibacanya, menunggu Vein berbicara kepadanya. Vein hanya mengganggunya di saat-saat genting untuk memberikan laporan kepadanya.

"Sang pangeran...dilaporkan telah melarikan diri dari medan perang."

Perdana menteri masih terdiam membisu. Pangeran, dia baru saja diangkat menjadi panglima perang kerajaan pada usianya yang masih terlalu muda. Pada usia yang masih muda itu dia telah memperoleh poin penuh dalam ujian pengangkatan yang berlangsung bulan lalu. Bukan suatu kebetulan pula, setelah pengangkatan itu, Pangeran dikirim langsung ke medan perang. Dia tidak ditempatkan di garis depan, mengingat nihilnya pengalamannya sebagai Panglima Perang. Sangat disayangkan, musuh terlalu kuat hingga mampu menembus garis pertahanan kerajaan Las Playa. Berhadapan langsung dengan Panglima Perang junior yang baru, Pangeran Elfri.

"Bagaimana dengan pasukannya?"

"Seperti yang telah diduga, mereka kacau-balau kehilangan pegangan, pemimpin mereka melarikan diri, tanpa memberi komando terakhir."

"Rasa malu yg besar bagi kerajaan ini. Kerajaan Arbustus pasti sedang menertawakan kita. Bagaimana dengan pangeran? Telah kembali dari medan peperangan?"

"Belum, kami kehilangan kontak dengannnya..."

"Dia hendak mencuci tangan rupanya," guman Perdana Menteri. Dia tidak kehilangan sikap dinginnya, bahkan pada saat seperti ini. "Lalu, hasilnya?"

"Tepatnya 5.000 tentara kita tewas, 22.410 orang luka berat, saat ini sedang dirawat di bangsal kerajaan. Selebihnya, luka ringan. Sekitar 500 orang berhasil ditangkap oleh kerajaan Arbustus."

Braak!! Vein tersentak mendengar hentakan itu. Kepalan tangan Perdana Menteri bergetar di atas meja kerjanya. "Memalukan! Kehilangan terbesar dalam sejarah perang melawan Arbustus."

Vein terdiam, tidak mencoba memberikan pendapat. Dia tahu saat ini dia diharapkan untuk diam.

"Panggil Audrey, cepat! Ruang pertemuan, sekarang!" seru Perdana Menteri. Vein membungkuk sekali lagi dan menghilang dari balik pintu perpustakaan tersebut.

Sepeninggalan Vein, perdana menteri bergegas duduk di mejanya dan mengambil sehelai perkamen dan pena bulunya. Dia mencelupkannya ke dalam tinta berwarna merah dan menggoreskannya di atas perkamen. Dalam hitungan menit, dia menggulung perkamen itu dan membalikkan badan ke arah jendela. Dia menepukkan tangannya beberapa kali dan seekor merpati terbang dengan anggun menghampirinya.

Dia mendekatkan perkamen itu ke paruh merpati tersebut seakan-akan ingin menunjukkan surat itu kepada sang merpati. Dia lalu mengikatkannya di kakinya dan menerbangkannya. "Cepatlah, wahai merpati. Tidak ada waktu lagi untuk bersantai. Kita telah kehilangan pangeran."

Dia merapikan pakaiannya dan bergegas menuju ruang pertemuan, tempat dia mengumpulkan segenap pejabat istana untuk mengadakan rapat kerajaan. Di sana, Audrey telah menunggu.


-------------


Oooi, giliran Audrey ya, jgn lompat2 dong...bingung jadiny... -_-;
atau vein... :p
atau pangeran... (lah smuany dong... Laughing)
Kembali Ke Atas Go down
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 25
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Mon 11 Jun 2012 - 10:36

ibu peri masih diam2 aja dulu deh..
Kembali Ke Atas Go down
elfrisrudie
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 661
Points : 703
Reputation : 0
Join date : 27.02.12
Age : 25
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Mon 11 Jun 2012 - 12:44

@kak wind..

ceritanya kerajaannya kak wind sama vien sama audrey beda sama kerajaan aku ya?
kan di kerajaan aku terjadi pemberontakkan dan sudah di kuasai kerajaannya... sang pangeran melarikan diri...

hm...
ngopi
Kembali Ke Atas Go down
http://elfrisrudie.blog.com
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 32
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Mon 11 Jun 2012 - 14:11

haaaaah??? aku salah tangkep ya....
tolong jelasin sinopsisny dlu dong fri...nnt aku edit deh... Lidah
Kembali Ke Atas Go down
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 24
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Mon 11 Jun 2012 - 16:52

Kakak...
aku butler lho .-.
pelayan...
tapi kesannya jadi kayak panglima perang atau sebangsanya nih Razz

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 32
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Mon 11 Jun 2012 - 17:05

mksdku aku bikin dia jd mata2 rui...jd si vein itu mrangkap sbg penasehat "terselubung" perdana menteri, smacam tangan kanannya gtu...jd dia bisa nglaporin isu apapun soal kerajaanny tnpa harus dcurigai oleh org2 yg gak setuju sama dia secara politik... melet

gmn nih sinopsisnya? nnt aku edit ulang deh yg di atas... melet
Kembali Ke Atas Go down
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 24
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Mon 11 Jun 2012 - 17:07

Elfri aja .-.
dia yang paling banyak nulis soalnya itu --"

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
elfrisrudie
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 661
Points : 703
Reputation : 0
Join date : 27.02.12
Age : 25
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Mon 11 Jun 2012 - 20:17

ceritanya, istana tiba-tiba diserang oleh pemberontak yang ternayata adalah salaha satu 5 panglima besar yang diutus raja untuk melindungi pangeran... Panglima itu bernama Captain Bash. ( 5 Panglima besar yang melindungi pangeran : 1. Captain Bash 2. Panglima Ian ( kakak kandung Audrey yang sudah wafat ) 3. Panglima Balthier ( yang menolong pangeran dan tertembak panah lalu mati, di kisah sebelumnya ) 4. Panglima Elrond dan 5. Panglima Fathir (tertangkap dan di penjara oleh captain Bash di bawah tanah) ).

kemudian sang pangeran melarikan diri, karena disuruh sama panglima balthier. Terus kerajaan di kuasai oleh Panglima Bash atau Captain Bash itu, dia yang memberontak... alasan kenapa ia memberontak belum di ketahui...

Nah, sekarang keadaan kota mulai kalang kabut, pangeran entah dimana, raja dan ratu yang sudah meninggal.. pewaris tahta tdk ada lagi, dan pemberontak menguasai kerajaan.. apa yang dilakukan perdana menteri Wind, pelayan Vien, Calvary Audrey dan Peri Sagi yang masih tinggal di istana?? Silahkan di lanjutkan..

Sementara, pangeran rupanya terdapar di kota yang amat jauh dari kerajaannya. ia bertemu 3 orang yang menyelamatkan dia, dan ternyata mrka adalah pencuri, perampok, dan penipu... tapi salah satu dari antara mereka, Seorang gadis cantik, dia berbeda. tidak seperti teman2 nya diantaranya seorang pria dan seorang gadis kecil.

Bagaimanakah nasib pangeran dengan 3 bandit itu, dan bagaimanakah nasib orang-orang yang masih tinggal di istana? apakah yang terjadi di kerajaan Zenobian? Silahkan di lanjutkan...

Monggo~ klo salah tolong diperbaiki.. hihihihi
ngopi
Kembali Ke Atas Go down
http://elfrisrudie.blog.com
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 32
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Wed 13 Jun 2012 - 16:36

lanjut deh...perasaan kmren cerita di atas udh di edit, sialaaan trnyata gak kesimpen... Nangis Nangis Nangis


------------


Darah menetes di lantai batu yang dingin di ruang bawah tanah kerajaan Zenobian. Seorang wanita tertunduk lemas dengan tangan dan kaki terantai ke dinding batu itu. Nafasnya memburu lemah, teriakannya yang menggema itu tidak memanggil siapapun untuk menolongnya. Tidak pula Tuhan bersedia memberikan tangan-Nya kepadanya.

Seorang pria bertubuh kekar dan tinggi juga menatapnya dengan nafas memburu. Seluruh wajah itu tertutup oleh topeng kain yang hanya berlubang di mata dan hidungnya. Di tangannya tergenggam pegangan yang terbuat dari kuningan. Cambuk kulit menyambung pada ujung pegangan itu, terbuat dari kulit sapi, lentur namun mematikan. Kulit itu tidak lagi berwarna putih gading, melainkan penuh dengan bercak-bercak merah, darah Perdana Menteri Wind, yang tertangkap oleh Captain Bash.

Captain Bash mengangkat tangannya, mengisyaratkan si algojo untuk mengistirahatkan lengannya yang berotot. "Bagaimana, Perdana Menteri? Kau sudah tidak punya kuasa apapun di sini? Bahkan algojomu sudah tunduk di bawah perintahku..." Dia menikmati setiap kata yang keluar dari bibirnya yang tipis. Senyum itu tidak memberikan kehangatan, melainkan aroma dingin yang kejam.

Pria itu tidak memberikan kesan yang istimewa. Tubuhnya tidak lebih tinggi dari perdana menteri wanita itu dan bahkan tidak berotot sama sekali. Wajahnya tirus dengan dagu yang menunjukkan kelemahan. Sebaliknya, dahinya tampak menonjol dan lebar, menunjukkan kecerdasan yang luar biasa. Hanya salah arah.

"Dimana pangeran?" lanjutnya, dengan nada bermanis-manis. Dia merengkuh dagu perdana menteri dengan kedua jarinya.

"Kalaupun aku tahu, aku tidak akan bicara," sahutnya pelan dengan suara yang serak, menatap jijik pada sosok di hadapannya. Seketika senyum hilang dari wajah pria kurus itu. Dia menampar wajah Perdana Menteri. Suara tamparan itu menggema dan perlahan menghilang.

"Kehilangan pangeran, rupanya?" bisik Perdana Menteri dengan nada meremehkan. "Ternyata kau tidak ada apa-apanya. Bahkan musuh semuda pangeranpun lolos dari genggamanmu..."

Suara tamparan kembali terdengar beberapa kali di ruang batu yang dingin itu. Dia mengisyaratkan algojonya untuk maju. Dia sendiri menggeram dan memandang marah pada Perdana Menteri, yang kini terkekeh geli. Dia berbalik dan keluar dengan iringan suara pekikan yang membahana ke seluruh ruangan penjara bawah tanah itu.


----------


udah ah, segitu aja dulu...
btw siapa nih yg berperan jd captain bash...dirangkap2 aja deh...
sagi, jd captain bash gih... geli
atau rui...cocok bgt tuh...yg suka adegan2 berdarah2... Twisted Evil

Kembali Ke Atas Go down
elfrisrudie
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 661
Points : 703
Reputation : 0
Join date : 27.02.12
Age : 25
Lokasi : Jakarta

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Wed 13 Jun 2012 - 19:06

wah captain bash kejam sekali...
keterlaluan mensiksa kak wind.

sungguh terlalu!
marah marah

lanjut ayo giliran audrey atau sagi yg belum nih..
hehe..
Kembali Ke Atas Go down
http://elfrisrudie.blog.com
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 32
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Sun 17 Jun 2012 - 4:09

iya makany kalian cepetan nongol, tolongin... marah
pada kmna pula nih ksatria2ny gak cepet2 nolongin...
badan pararegel nih, mesti diiket2 segala ke dinding... bengap


#terlalu menghayati peran
Kembali Ke Atas Go down
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 24
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Sun 17 Jun 2012 - 10:47

masak aku lagi? ._.
Audrey sama si Sagi itu lho ._.

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 25
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Sun 17 Jun 2012 - 18:16

biar aja dulu kalian tersiksa..


tunggu ya, ngumpulin ilham dulu~
Kembali Ke Atas Go down
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 24
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Sun 17 Jun 2012 - 19:02

aku sih nggak masalah ._.
wong lagi keliling istana~~ siul

Kak Wind tuh yang kesiksa

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 32
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Mon 18 Jun 2012 - 3:46

sialaaaan...!!! murka


-----------------------------


Algojo itu terengah-engah setelah mencambuki Perdana Menteri. Namun, Perdana Menteri tak jua menyerah dan membocorkan informasi keberadaan pangeran (ya eya lah, mau ngasi tau begimne, wong dia kgak tau pangeranny dmana???) Dia akhirnya memutuskan untuk melanjutkan interogasi terhadap Perdana Menteri keesokan hari dan meninggalkan Perdana Menteri dengan tangan dan kaki terikat rantai besi.

Perdana Menteri mengerjapkan mata tak lama setelah algojo itu pergi. Rupanya dia telah pingsan untuk beberapa saat akibat rasa sakit yang dideritanya. Dengan lemah, dia menengadahkan kepalanya, berusaha melihat kepada cahaya harapan yg masuk dari lubang kecil yg terletak jauh beberapa meter di atasnya. Berharap ada seseorang menolongnya, mencoba mempercayai bahwa para ksatria kerajaan Zenobia akan segera membebaskannya dari derita ini. (gila, sampe ngarep nih...)


CEPETAN, TOLONGIN...!!! murka
Kembali Ke Atas Go down
Ruise V. Cort
Penulis Parah
Penulis Parah
avatar

Jumlah posting : 6382
Points : 6522
Reputation : 45
Join date : 28.04.11
Age : 24
Lokasi : *sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak tahu sekitar*

PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   Mon 18 Jun 2012 - 13:04

Iya deh =="
ntar malam aku tolongin Kak

_________________
...
Kill me softly...
Kembali Ke Atas Go down
http://ruise.wordpress.com/
Sponsored content




PostSubyek: Re: Role Play (Castle)   

Kembali Ke Atas Go down
 
Role Play (Castle)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 5 dari 11Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 9, 10, 11  Next

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
SINDIKAT PENULIS :: Arena Bebas :: Apa Saja ^_^-
Navigasi: