SINDIKAT PENULIS
Silakan login dahulu, biar lebih asyik.
Kalau belum bisa login, silakan daftar dahulu.
Setelah itu, selamat bersenang-senang...


Kami adalah penulis, dan kami tidak butuh persetujuan dari siapa pun!
 
IndeksCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
"Jika ada buku yang benar-benar ingin kamu baca, tapi buku tersebut belum ditulis, maka kamu yang harus menuliskannya." ~ Toni Morrison

Share | 
 

 Belum ada judulnya.. :I

Go down 
PengirimMessage
ilhammenulis
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1111
Points : 1200
Reputation : 18
Join date : 23.07.11
Age : 28
Lokasi : Bandung

PostSubyek: Belum ada judulnya.. :I   Mon 1 Oct 2012 - 15:19

Hari ini Tom bangun lebih awal dari biasanya. Pukul enam lebih lima pagi dia sudah beranjak dari tempat tidurnya, dan dengan perlahan dia berjalan menuju ke balkon yang terletak di samping kamarnya.

Dia meregangkan kedua tangannya sambil menarik nafas dalam-dalam. Senyum di bibirnya merekah seiring dengan mentari yang muncul dari ujung cakrawala. Cahaya matahari pagi ini merembes melalui celah-celah embun yang belum sepenuhnya naik, membuat semacam pilar-pilar cahaya yang menyinari beberapa bagian balkon.

Setelah puas menikmati pagi, Tom masuk kembali ke dalam rumah. Dia kemudian berjalan menuju ke dapur untuk membuat sarapan pagi. Ham & Egg bersama secangkir Robusta Coffee, tak ada yang lebih nikmat dari itu untuk dinikmati di pagi seperti ini.

Pukul tujuh lebih dua puluh dia telah selesai berpakaian. Hari ini Tom mengenakan pakaian terbaik yang dia miliki, satu setel jas berwarna hitam yang dipadukan dengan gesper dan dasi kupu-kupu merah yang dibelikan oleh Emma beberapa tahun yang lalu.

Sambil membetulkan posisi dasinya dengan tangan kanan, tangan kirinya menyemprotkan parfum ke beberapa titik di badannya. Setelah itu kedua tangannya mengusapkan minyak ke atas rambutnya yang sudah memutih, Tom menyisir rambutnya ke belakang agar terlihat lebih rapih. Terakhir dia mengambil tongkat jalannya yang menggantung di sudut kamar.

Tom segera mengambil tisu saat melihat ada noda tanah di ujung tongkatnya, dengan sekali usap dia mengenyahkan noda itu. Setelah memastikan bahwa penampilannya sempurna, Tom keluar dari dalam rumah.

Rumah Tom terletak di kaki bukit, dibatasi oleh hutan pinus di bagian selatan dan barat, serta sebuah danau kecil di sebelah utaranya. Untuk sampai ke pusat kota dia harus berjalan kaki sekitar dua puluh menit, atau jika sedang malas, dia bisa duduk manis di halte dan naik bus yang datang kesana setiap satu jam sekali.

Tom berhenti di depan rumah tetangganya sebentar karena seekor anak anjing tiba-tiba berlari keluar pada saat melihatnya. Tom kemudian membungkuk dan mengelus-elus kepala anak anjing itu, ekornya berayun dengan cepat.

“Pagi Tom.” Tetangganya membuka pintu depan.
“Pagi Will, anjingmu makin besar saja.”
“Yea, dia rakus sih.”
“Seperti pemiliknya eh?” Tom terkekeh.

William ikut tertawa.

“Kau mau mengunjungi Emma?”
Tom mengangguk. Tatapan mata William berubah jadi sedikit sendu.
“Aku titip salam untuknya Tom, oke?”

Tom mengangguk, dia menyuruh anak anjing itu pergi. Anjing itu kemudian menggonggong sekali, dan berlari kembali ke arah William.

Tom berjalan dengan di sisi kanan trotoar, mengikuti alur batu yang disusun dengan rapi dan indah di sepanjang jalanan menuju ke arah kota. Selama perjalanan dia beberapa kali melambaikan tangannya untuk menyapa penduduk kota yang baru saja pulang dari pasar. Mereka semua balik melambaikan tangan sambil mengucapkan selamat pagi.

Tom melangkahkan kakinya untuk belok kanan di perempatan, dia kemudian masuk ke dalam sebuah toko bunga kecil yang berada tepat di samping perempatan.

“Pagi Candice.” Dia menyapa seorang perempuan muda berambut cokelat yang sedang merapikan pot-pot yang berisi bunga warna-warni di atas rak.

“Aah, selamat pagi Tom! Tampan sekali kau hari ini.” Candice meletakan pot bunga yang sedang dia pegang di atas meja, dia kemudian menyalami Tom dan memeluknya.

“Hari ini istimewa love, Pesananku sudah tiba?” Tom bertanya sambil melihat-lihat isi toko.

“Tentu saja sudah. Sebentar, biar kuambilkan.” Candice berseri-seri, dia kemudian masuk ke ruang belakang. Beberapa detik kemudian dia kembali sambil membawa sebuah bouquet mawar yang sudah ditata dan dibungkus dengan sangat cantik.

“Lima puluh tangkai sesuai pesananmu, semuanya masih segar, aku sendiri yang memetiknya dari kebun. Emma pasti suka.” Candice menyerahkan bouquet itu dengan bangga.

“Ini.. sangat indah, terima kasih.” Tom mengambilnya dengan dua tangan, kedua matanya takjub melihat bunga-bunga tersebut.

“Hati-hati Tom, itu berat. Apa kau butuh bantuan untuk membawanya?”
“Biar kubawa sendiri.” Tom menggeleng.
“Sampaikan salamku untuk Emma ya, dia benar-benar wanita beruntung.”
“Pasti akan kusampaikan. Candice, aku titip tongkat jalanku disini ya?”
“Bagaimana dengan kakimu Tom?” Candice tampak khawatir.
“Tenang saja, lututku sudah lebih baik sekarang.” Tom tersenyum, dia kemudian keluar dari toko dan kembali berjalan. Langkahnya semakin pelan karena tanpa bantuan tongkat dan harus membawa bouquet mawar.

Sepuluh menit berlalu, sebentar lagi Tom akan tiba di tempat pertemuannya dengan Emma. Sesaat sebelum dia masuk ke tempat itu, seorang pria botak berjalan tergopoh-gopoh menghampirinya, dia mengenakan sebuah setelan kemeja dan sebuah celemek putih. Tangan kanannya menggenggam sebuah bungkusan karton.

“Tom! Tom!” pria itu berteriak memanggil, membuat Tom berhenti berjalan.
“Kau rupanya, ada apa Fred?”
Fred kemudian menyerahkan bungkusan yang dibawanya kepada Tom.
“Apa ini?” Tom menerima bungkusan itu, dia kemudian mengintip ke dalam bungkusan.
Wine.. untukmu dan Emma.”
“Ah, Dom Perignon, ini pasti mahal.”
“Bukankah hari ini spesial? Lagipula kalian layak mendapatkannya, sampaikan salamku untuknya ya. Bunganya cantik sekali.” Fred menjawab sambil berlari kembali ke arah tokonya di seberang jalan.
“Terima kasih!” Tom melambaikan tangannya, Fred membalasnya dengan acungan jempol.

Tom masuk ke sebuah area luas yang dipenuhi rumput pendek berwarna hijau. Dia melihat ke kanan dan kiri, mencari-cari. Terakhir kali mereka bertemu disini adalah setahun yang lalu. Tom berjalan beberapa meter, tiba-tiba dia melihat Emma tersenyum ke arahnya dari kejauhan. Tom balas tersenyum, kemudian bergegas menghampiri Emma.

Tom duduk di atas rumput.

“Hai Em, maaf aku terlambat. Sesuai janjiku dulu, ini aku bawakan bunga mawar kesukaanmu, lima puluh batang. Yah, walaupun tak sempat kuhitung satu persatu.” Dia meletakan bouquet mawar itu di hadapan Emma.

“Katanya Candice yang memetikan sendiri bunga itu, Kau masih ingat? ibunya yang dulu menyediakan bunga saat pernikahan Daisy, dia wanita yang baik. Sayang sekali sampai sekarang dia belum menikah ya? Ah, dia titip salam untukmu Em, William tetangga kita dan Fred pemilik bar dari seberang jalan juga menitipkan salam, Fred bahkan memberikan sebotol wine ini untuk kita.. Sebentar ya, biar kubukakan.”

Terdengar suara plop! Ketika botol wine itu dibuka. Tom menuangkan isinya pada gelas yang ternyata sudah disiapkan juga oleh Fred di dalam bungkusan itu. Dia kemudian meletakannya di hadapan Emma.

“Mereka semua rindu padamu Em, yah, aku juga begitu.” Tom tersipu malu.
“Omong-omong, kedua anak kita baik-baik saja Em, Kau tahu, Jeff dipromosikan menjadi Senior Manager minggu lalu, dia sedang bersiap-siap dipindahkan ke kantor baru, jadi mereka sekeluarga mungkin baru datang kesini nanti siang. Ah ya, si kecil Tiffany tahun ini masuk sekolah, aku sudah menyarankan agar dia sekolah disini saja, kau sendiri kan yang bilang kalau pendidikan di kota besar sekarang tidak bisa dipercaya? Aku juga takut dia akan terpengaruh banyak hal buruk dari lingkungannya, tapi Daisy tak mau dengar. Dia bilang fasilitas disana lebih bagus. Dia memang keras kepala, sangat mirip kamu Em.”

Tom berhenti berbicara untuk menuangkan wine bagi dirinya sendiri.

“Haruskah kita bersulang sekarang?” Tom bertanya, Emma tidak menjawab, tapi kedua matanya yang teduh tak berhenti memandangi Tom, begitupula senyumannya yang tak pernah berhenti terkembang.

“Astaga, senyummu memang sangat indah Em.. Oke, nanti saja kita bersulangnya, aku juga masih ingin bersama denganmu beberapa saat lagi.”

Tom kembali bercerita. Dia bercerita tentang apa saja, merangkum semua kejadian yang dilewatkan oleh Emma setahun ini.

Dia bercerita tentang hal-hal besar dan penting yang terjadi di kota, seperti terpilihnya walikota baru yang menurutnya masih terlalu muda dan bau kencur. Tentang meluapnya danau di bukit beberapa bulan yang lalu karena hujan besar dua hari berturut-turut. Dia juga menceritakan hal-hal kecil seperti tentang ilalang yang sepertinya tumbuh dengan terlalu cepat di halaman rumah mereka, tentang keinginannya memelihara anjing seperti William, tentang koloni lebah yang dia temukan di loteng rumah, dan hal-hal lainnya.

Lama kelamaan ceritanya berubah menjadi nostalgia. Dia kembali menceritakan hal-hal yang menjadi momen kenangan bagi mereka berdua, seperti saat keduanya berbulan madu di Galapagos, saat dirinya panik ketika kaki Jeff kecil bengkak karena disengat lebah, Isak tangisnya di malam Daisy menikah, dan hal-hal sentimentil lainnya.

“..Kami rindu padamu Em.. Jeff, Daisy, Timmy, dan si kecil Tiffany yang masih sering menanyakan tentang tentangmu. Apa kau memang tak bisa kembali pada kami semua Em?” mata Tom sedikit berkaca-kaca.

“Fred bilang perpisahan kita ini tak seharusnya terjadi. Kurasa dia benar, sampai sekarang aku tak tahu siapa yang harus disalahkan atas ini semua. Apa yang harus kulakukan Em? Apa yang bisa kulakukan untuk memperbaikinya?”

Tom hanya terdiam dan memandangi kedua bola mata Emma selama beberapa menit selanjutnya, sampai akhirnya dia melihat jam perak yang terpasang di lengan kirinya. Tak terasa sudah satu jam lebih dia duduk disana.

“Sudah siang rupanya. Aku rasa sebaiknya aku pulang Em, mungkin Jeff dan Daisy menelponku dari tadi. Akan kubawa mereka bertemu denganmu nanti sore.”

Emma tersenyum.

Tom meraih kedua gelas wine yang sama sekali belum tersentuh.

“Sekarang saatnya bersulang Em.”

Tom menyentuhkan ujung gelasnya hingga terdengar suara dentingan jernih, dia kemudian menenggak habis minuman di gelasnya.

Tom perlahan beranjak ke depan, dia kemudian mencium Emma..

...Foto Emma.

Tom menuangkan wine dari gelas kedua ke atas batu nisannya.

“Selamat ulang tahun pernikahan yang ke lima puluh sayang, aku cinta kamu, kami cinta kamu.”




_________________
~Orang bilang menulis butuh keterampilan dan bakat, saya bilang menulis cuma butuh kertas dan pulpen~
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ilhammenulis.wordpress.com
sagitany
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 4863
Points : 4905
Reputation : 8
Join date : 06.04.12
Age : 26
Lokasi : medan

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Tue 2 Oct 2012 - 22:51

Kembali Ke Atas Go down
vera astanti
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1658
Points : 1715
Reputation : 3
Join date : 14.05.12
Age : 26
Lokasi : Bojonegoro

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Wed 3 Oct 2012 - 12:48

tak terdugaaaaa
aku sukaaaaa
haru

_________________
Catatan Pembolang Baru
Kembali Ke Atas Go down
Blassreiter
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 537
Points : 591
Reputation : 8
Join date : 27.07.12
Age : 27

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Wed 3 Oct 2012 - 15:37

Sebenarnya sudah bisa menduga2 akan akhirnya
Tapi mulai berpikir lain ketika membaca Emma tersenyum

Overall bagus Top
Kembali Ke Atas Go down
ilhammenulis
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1111
Points : 1200
Reputation : 18
Join date : 23.07.11
Age : 28
Lokasi : Bandung

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Wed 3 Oct 2012 - 17:34

wooogh, terima kasih semua centil

_________________
~Orang bilang menulis butuh keterampilan dan bakat, saya bilang menulis cuma butuh kertas dan pulpen~
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ilhammenulis.wordpress.com
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Wed 10 Oct 2012 - 20:01

KEREEEEEEEEEEENNNNNNNN....

Sayang, iin cuma punya jari jempol 2 aja....
kalo sepuluh2nya jempol semua,
semuanya iin kasih deeeeeeeeeeeehhhh............

chayyooo!!!!
Top Top Top Top Top Top Top Top Top
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
ilhammenulis
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1111
Points : 1200
Reputation : 18
Join date : 23.07.11
Age : 28
Lokasi : Bandung

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Fri 12 Oct 2012 - 21:29

makasih mbak iin Smile ayoo dikritik dong Very Happy

_________________
~Orang bilang menulis butuh keterampilan dan bakat, saya bilang menulis cuma butuh kertas dan pulpen~
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ilhammenulis.wordpress.com
iin yakub
Penulis Muda
Penulis Muda
avatar

Jumlah posting : 178
Points : 199
Reputation : 3
Join date : 30.08.12
Age : 34
Lokasi : PALEMBANG

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Fri 12 Oct 2012 - 22:47

iin pernah baca cerpen setipe ini
karya sastrawan Rusia. tapi dah ngubek2 lemari buku, gak ketemu bukunya...

speechless...
gak tau mo ngomong apa...
dari segi ide, teknik penulsan, dan endingnya sudah keren sangad...

hm... konflik + klimaksnya nggak berasa....
aduuhh... gimana ya ngomongnya..

pokonya gitu dehhh....
hahhaaa kabuuur dulu ahhh... kabur
Kembali Ke Atas Go down
http://angan-kirana.blogspot.com
m0nd0
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1446
Points : 1487
Reputation : 17
Join date : 11.07.12
Age : 29
Lokasi : Jakarta-Bandung

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Sun 14 Oct 2012 - 20:57

Sweet.... suasananya kegambar banget, emang Bung ilham ini paling bisa deh.
Kembali Ke Atas Go down
http://mimondo.tumblr.com
tukangtidur
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 831
Points : 988
Reputation : 19
Join date : 30.04.10
Age : 36
Lokasi : Depok

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Mon 29 Oct 2012 - 15:59

Ilham, ada hubungan apa di antara kita? Gue juga pernah nulis cerpen macam begini. Seorang lelaki tua yang rindu kekasihnya. Bedanya, gue cerita mini alias pendeeeek banget.

Jadi, karena gue udah punya cerita seperti ini, jadinya gue udah kebayang endingnya kayak gimana. Jadi gue udah gak terkejut lagi. Tapi bukan berarti cerpenlu gagal. Cerpenlu bagus euy. Kerenlah! Cuma satu yang menurut gue janggal, untuk apa Tom menitipkan tongkatnya. Dititipkan atau tidak, toh tidak memengaruhi cerita. Di situ sih yang mengganggu gue. Sisanya, good job Smile

Ini cerpen gue yang gue maksud: http://sindikatpenulis.forumotion.com/t967-cerita-pendek-banget-lelaki-tua#27737
Kembali Ke Atas Go down
http://zonakosong.tk
ilhammenulis
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1111
Points : 1200
Reputation : 18
Join date : 23.07.11
Age : 28
Lokasi : Bandung

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Tue 30 Oct 2012 - 7:45

bener juga ya bang... emang gak ngaruh tuh paragraf itu, hmmm jadi mending dihilangin aja gitu ya? apa dibikin alasan tersendiri, yang bisa nambah bumbu cerita? Very Happy

_________________
~Orang bilang menulis butuh keterampilan dan bakat, saya bilang menulis cuma butuh kertas dan pulpen~
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ilhammenulis.wordpress.com
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 32
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Tue 30 Oct 2012 - 12:07

kasih judul dong.... "50 mawar utk emma" misalkan...
sembarangan bgt ngasi2 judul Laughing

setuju sama semuanya...keren ham...yah sperti karya2mu yg lain sih... Top
tp seperti biasa, setting dan dialog lebih condong ke org barat y Muke Cape
tp itu emg selera masing2 sih...
bikin yg nasionalis jg dong #request


@mbak iin : mgkn emg bukan tipe konflik+klimaks yg "meledak" soalnya kan tipe cerpen bnyk yg kayak gtu...krena emg sarana brcerita sedikit kan mbak? tipe cerpen yg ngalir aja gtu...gak ngarti deh apa istilahny, bkn org yg ngerti teknis2... Razz

@ bg tuti : mgkn bisa jd krena tom ingin terlihat "kuat" di depan emma? klo emg itu mksd ilham brarti emg mesti ada satu kalimat yg ngegambarin makna yg tersirat di situ...klo gak, ya sprti kt bg tuti, jd gak terlalu ada maknany...
Kembali Ke Atas Go down
ilhammenulis
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1111
Points : 1200
Reputation : 18
Join date : 23.07.11
Age : 28
Lokasi : Bandung

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Tue 30 Oct 2012 - 13:12

ada kok judulnya, yang di post di blog pake judul "TOM" centil

iya mbak wind, nanti saya revisi deh.. emang harusnya ada koneksi antara tongkat itu sama emma.. Very Happy

Soal setting yang kebarat-baratan, no comment deh. hahahaha, kabur

_________________
~Orang bilang menulis butuh keterampilan dan bakat, saya bilang menulis cuma butuh kertas dan pulpen~
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ilhammenulis.wordpress.com
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 32
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Tue 30 Oct 2012 - 15:26

sense kapan terbiiiiittt???
Kembali Ke Atas Go down
ilhammenulis
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1111
Points : 1200
Reputation : 18
Join date : 23.07.11
Age : 28
Lokasi : Bandung

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Tue 30 Oct 2012 - 16:06

de_wind wrote:
sense kapan terbiiiiittt???

ketika ada penerbit yang tertarik untuk menerbitkan... kucing

_________________
~Orang bilang menulis butuh keterampilan dan bakat, saya bilang menulis cuma butuh kertas dan pulpen~
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ilhammenulis.wordpress.com
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 32
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Sun 4 Nov 2012 - 4:03

jawaban yg sangat menarik.... Muke Cape
btw, udh selesai blom? kayakny aku satu2ny yg blom baca se-SP Razz
Kembali Ke Atas Go down
ilhammenulis
Penulis Senior
Penulis Senior
avatar

Jumlah posting : 1111
Points : 1200
Reputation : 18
Join date : 23.07.11
Age : 28
Lokasi : Bandung

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Sun 4 Nov 2012 - 7:11

SENSE udah lama kali beresnya mbak.. Smile

tunggu akhir bulan ini deh kalo mau baca, lagi direvisi bubble

_________________
~Orang bilang menulis butuh keterampilan dan bakat, saya bilang menulis cuma butuh kertas dan pulpen~
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ilhammenulis.wordpress.com
de_wind
Penulis Sejati
Penulis Sejati
avatar

Jumlah posting : 3494
Points : 3669
Reputation : 52
Join date : 29.03.11
Age : 32
Lokasi : Bekasi

PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   Sun 4 Nov 2012 - 20:11

mauuu dong, tp kirim ke email aja... Razz
seenak jidat! belo
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Belum ada judulnya.. :I   

Kembali Ke Atas Go down
 
Belum ada judulnya.. :I
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Tentang ide saya ~ mohon saran ~
» [Share] Yakin,? Belum tentu helm mahal bisa Safety.??
» ASK | plat nomer blm keluar tapi g sabar nunggangin si ninin
» Absen Buat yang belum dapet Motor 250R
» Ninja 250r merah, September 2009. Belum ada namanya nih ^^

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
SINDIKAT PENULIS :: Arena Diskusi :: Cerpen-
Navigasi: